Desa Kedungdalem

Kecamatan Gegesik
Kabupaten Cirebon - Jawa Barat

Artikel

Asal-usul Desa Kedungdalem

Administrator

27 Desember 2024

214 Kali Dibaca

desakedungdalem.id | 12/29/2023

Pangeran Pringgabaya ditugaskan untuk tinggal di daerah Kapringan hingga ia membangun pendukuhannya. Pangeran Pringgabaya berputrakan Pangeran Dayalautan yang memiliki keturunan bernama Ki Maspa. Dan Ki Maspa mempunyai anak bernama Ki Warsiki.

Sudah menjadi tradisi Keraton Pakungwati apabila setiap minggu para Ki Gede atau putra-putrinya wajib melaksanakan piket untuk menjaga barang-barang jimat di Gedong Jinem. Ketika Ki Warsiki mendapat giliran piket bersama dengan Putri Megu anak Ki Gede Megu itu dilakukan dengan penuh tawa dan bercanda ria, sehingga menarik perhatian pinangeran keraton dan melaporkan keduanya jika telah melakukan pelanggaran kepada Sultan. Sultan marah, kemudian mereka dibuang ke suatu daerah bernama Pesanggrahan dalam keadaan terikat tali satu sama lain. Tali itu tidak bisa dibuka karena diikat oleh kekuatan sang Sultan.

Kemudian, ada seorang lelaki penggembala kambing yang menemukan mereka. Diberikannya kupat kepada mereka oleh penggembala itu. Ajaibnya, tali yang mengikat mereka lepas. "Pergilah kalian berdua cari penghidupan." Kata si penggembala. Tibalah mereka disebuah tempat lalu Ki Warsiki membuat kolam yang dalam, kebetulan disitu ada pohon gempol maka tempat itu dinamakan "Kedung Gempol".

Ki Warsiki dan Putri Megu pun menikah, mereka memiliki 2 orang putra. Sebenarnya Ki Warsiki telah memiliki istri, Putri Bayalangu, sayangnya mereka tidak dikaruniai anak.

Kemudian Ki Warsiki bersama istrinya, Putri Megu, membangun pedukuhan yang maju. Setiap Sultan Cirebon Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakra Buana berkeliling ke daerah, beliau sering menyempatkan singgah di tempat Ki Warsiki. Jika tiba waktu shalat, beliau mengambil air wudhu di sumur yang dalam itu. Kemudian Ki Warsiki memberi nama pedukuhan itu "KEDUNG DALEM" yang artinya KEDUNG adalah kolam atau tempat singgah dan DALEM adalah dalam (jero) atau orang-orang keraton (abdi dalem). Jadi KEDUNG DALEM artinya tempat orang-orang keraton singgah di kolam yang dalam.

 

Sumber : https://budaya-indonesia.org/Babad-Kedungdalemhttps://budaya-indonesia.org/Babad-Kedungdalem

Video : Panji Islam

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Statistik Desa

Aparatur Desa

Kuwu

WARNA

Sekretaris Desa

DENY SURYANI

Kadus I

Tarmedi

Kadus III

RISMANTO

Kadus II

Antika

Kaur Keuangan

ANDI KRISTINA PINCARA

Kasi Pemerintahan

KAMSARI

Kasi Pelayanan

MOH AKROM MULYONO

Kaur Perencanaan

MULYANI

Kasi Kesejahteraan

ROTIN SONJAYA

Staff Pelayanan

WINDASARI

Staff Kaur Keuangan

ASTUTI

Kaur tata usaha dan Umum

CASINI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Kedungdalem

Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, 32

Arsip Artikel

Agenda

Belum ada agenda terdata

Komentar

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:106
Kemarin:51
Total:32,314
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:216.73.216.201
Browser:Mozilla 5.0

Transparansi Anggaran

APBDes 2025 Pelaksanaan

APBDes 2025 Pendapatan

APBDes 2025 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-6.583140054835546
Longitude:108.45345395696643

Desa Kedungdalem, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon - Jawa Barat

Buka Peta

Wilayah Desa